Rabu, 09 Februari 2011
Sekilas Sejarah Astrologi Dan Ophiuchus
Anda pasti sudah mengenal 12 zodiak yang dipakai dalam ilmu Astrologi. Baru-baru ini ada sebuah zodiak baru untuk melengkapi zodiak yang telah ada. Sebenarnya seperti apa sih sejarah ilmu Astrologi? KapanLagi.com - Beberapa hari ini kita dihebohkan dengan penambahan satu zodiak baru dalam ilmu Astrologi. Nama zodiak baru itu adalah Ophiuchus. Zodiak yang semula berjumlah 12 berubah menjadi 13. Terjadi pergeseran pada beberapa tanggal yang menyebabkan beberapa orang berganti zodiak. Mungkin Anda bertanya-tanya bagaimana bisa hal itu terjadi, karena ilmu Astrologi telah ada sejak ribuan tahun silam.
Astronomi dan Astrologi
Dua nama ini hampir mirip, kajian ilmunya juga hampir sama, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Astronomi atau dikenal dengan ilmu bintang adalah ilmu yang mempelajari dan mengamati kejadian, wujud fisik di luar Bumi. Dalam hal ini adalah pergerakan benda-benda luar angkasa seperti planet, satelit, komet dan lain sebagainya. Sedangkan ilmu Astrologi adalah ilmu yang menerjemahkan pergerakan benda-benda langit menjadi sesuatu yang berhubungan karakteristik manusia. Sejalan dengan perkembangannya, ilmu Astrologi dipercaya bisa membuka rahasia peruntungan dan nasib manusia. Mulai dari kesehatan, keuangan, percintaan dan lain sebagainya.
Sejarah Ilmu Astrologi
Ilmu perbintangan telah ada sejak ribuan tahun silam. Bangsa Babylonia dipercaya sebagai bangsa pertama yang menggunakan ilmu perbintangan sebagai Ilmu Astrologi. Pada awal kehadiran Astrologi, ada lebih dari dua belas rasi bintang yang akan digunakan sebagai zodiak, tetapi hanya dipertahankan dua belas rasi bintang sesuai dengan jumlah bulan pada penanggalan matahari. Nama yang dipergunakan bangsa Babylonia untuk kedua belas zodiak tersebut adalah Pisces, Spica, Praesepe, Pleiades, Gemini, Capricornus, Aquarius, Sagitarius, Libra, Scorpio, Leo dan Aries.
Jika sekarang Anda lebih mengenal Pisces, Virgo, Taurus, Cancer, Gemini, Capricorn, Aquarius, Sagitarius, Libra, Scorpio, Leo dan Aries, bangsa Yunani yang memiliki peran disini. Mereka mengubah nama zodiak yang diberikan bangsa Babylonia menjadi nama lain yang berhubungan dengan Dewa atau kisah pahlawan-pahlawan Yunani. Bangsa Yunani percaya bahwa setiap kisah pada nama-nama rasi bintang akan berpengaruh pada kehidupan seseorang. Nama-nama ini tentunya lebih kita kenal dibandingkan nama yang diberikan bangsa Babylonia.
Kenapa Ada Ophiuchus?
Nama rasi bintang ini tidak muncul begitu saja. Bangsa Babylonia telah mengenal Ophiuchus sebagai salah rasi bintang yang akan dimasukkan pada jajaran zodiak, tetapi nama Ophiuchus dihilangkan karena hanya 12 rasi bintang yang dipakai. Jika sekarang nama Ophiuchus muncul kembali dan menjadi perdebatan apakah akan digabungkan bersama 12 zodiak yang telah ada, ini disebabkan oleh temuan Astronom bahwa rasi bintang Ophiuchus terlihat semakin jelas. Tanpa bantuan alat Astronomi sekalipun, Anda bisa melihat rasi bintang ini sejelas 12 rasi bintang yang telah masuk dalam daftar zodiak.
Dengan adanya temuan ini, ahli Astrologi belum mencapai kesepakatan apakah Ophiuchus akan menjadi rasi bintang ke 13 dan menggeser beberapa tanggal kelahiran. Apakah berita ini benar adanya? Untuk info yang lebih lengkap, simak terus berita terbaru kami.
Selasa, 23 November 2010
Lagu-lagu sesat
Anda mungkin sering mendengar dan menyanyikan lagu anak-anak, baik Anda saat masih kecil atau bernyanyi untuk anak Anda. Ternyata lagu anak-anak yang populer banyak mengandung kesalahan, mengajarkan kerancuan, dan menurunkan motivasi. Berikut buktinya:
1. “Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!” Perhatikan warna-warna kelima balon tsb., kenapa tiba2 muncul warna hijau ? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6, bukan 5!
2. “Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang… kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!” Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi) . Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang)… kalo berjalan prok..prok.. prok..” nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. .gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dg kondisi pedang panjangnya!
3. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..” Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!
4. “Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali.. kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X” Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yg tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau ngapain, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju2!
5. “Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya .. bolehlah naik dengan naik percuma.. ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama” Nah, yg begini ini yg parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta- Bandung dan Jakarta-Surabaya!
6. “Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul2 sepanjang hari dg tak jemu2.. mengangguk2 sambil bernyanyi tri li li..li..li.. li..li..” Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak2 akan realita yg sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit..! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang, bukan burung!
7. “Pok ame ame.. belalang kupu2.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan untuk konsumsi anak2! karena yg disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!
8. “nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Anak2 indonesia diajak tidur dgn lagu yg “mengancam”
9. “Bintang kecil dilangit yg biru…”
Bintang khan adanya malem, lah kalo malem bukannya langit item?
10. “Ibu kita Kartini…harum namanya.”
Namanya Kartini atau Harum?
11. “Pada hari minggu ku turut ayah ke kota. naik delman istimewa kududuk di muka.”
Nah,gak sopan khan..
12. “Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
kalo mau nanam jagung, ngapain nyangkul dalam-dalam.