Freedom For Me

Kamis, 12 November 2009

Tenunan Baduy Diminati Mancanegara

Tenunan Baduy Diminati Mancanegara
KOMPAS/AGUSTINUS HANDOKO
Seorang perempuan Baduy luar menenun benang menjadi selendang di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (12/7). Selendang itu selesai ditenun dalam satu minggu dan dijual dengan harga Rp 35.000 hingga Rp 40.000.

Jumat, 13 November 2009 | 02:36 WIB

SERANG, KOMPAS.com--Kain khas hasil tenunan masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak, Banten diminati berbagai kalangan dalam negeri maupun mancanegara karena keantikan dan keunikannya.

Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI) Okke Hatta Radjasa di Serang, Banten, Kamis mengatakan, pihaknya sudah mengikuti berbagai pameran hasil tenun yang diselengarakan di dalam maupun luar negeri dengan menghadirkan kain tenun khas baduy yang sudah didesain menjadi pakaian. Dalam kesempatan pameran tersebut, banyak kalangan yang menyukai dan berminat dengan tenunan baduy tersebut.

"Kami datang ke Banten untuk mengembangkan kain tenun tersebut, karena peminat dan permintaannya banyak namun produksinya terbatas," kata isteri Menko Ekuin Hatta Radjasa bernama lengkap Okktiniawati Ulfadariah saat bertemu Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah membahas rencana pengembangan tenun baduy tersebut.

Okke mengatakan tenunan baduy memiliki kekhasan tersendiri dari segi corak dan teknik pembuatannya yang kental dengan kearifan lokal. Untuk itu pihaknya akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata Banten dan Dinas UMKM Provinsi Banten untuk memberikan pelatihan kepada para perajin tenun supaya hasil produksi bisa optimal dan kualitasnya lebih meningkat.

"Terakhir kami memamerkan tenunan baduy di Belanda pada Januari 2009, selainnya pernah di Milan, Washington DC dan Perancis," katanya.

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menyambut baik langkah yang dilakukan para pecinta kain tenun yang tergabung dalam CTI itu, untuk itu ia akan mengembangkan tenun baduy tersebut dalam bentuk menjadikan desa wisata dan akan memfasilitasinya melalui Dinas Kebudayaan dan Priwisata bersama Dinas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Banten.

"Kami menyambut baik langkah positif ini sebagai salah satu upaya mengembangkan usaha kecil dan pariwisata di Banten, mudah-mudahan awal 2010 sudah berjalan," kata Atut.

JY/Ardy

Selasa, 27 Oktober 2009

Subuah PeLaJaRan TeNtAng HiDuP

Sebenarnya Ini Hanya CoPast dari teman....Tapi Semoga bisa bermanfaat Buat Kita.....

sebelumnya maap klo repsol.. ups, repost alias udah pernah baca maksudna ^^v


Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.

"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita รข€“ cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso".


abang tukang bakso, mari-mari sini, saya mau beli....